ROMAJI:
Mukhlisin Web Design
http://mukhlisin-web.blogspot.com/
Senin, 05 Januari 2015
Senin, 07 Mei 2012
Contoh XML
<pesan>
<dari>MIS
Manager</dari>
<buat>HRD
Manager</buat>
<buat>Bagian
rekrut</buat>
<buat>Computer
Suport team</buat>
<subyek>Permohonan
Tenaga kerja baru</subyek>
<isi>Mohon
diberikan tenaga kerja baru untuk mengisi lowongan di Departemen
MIS</isi>
</pesan>
pada contoh diatas <pesan>,
<dari> <buat>,dan <isi> bukanlah tag standard yang telah di tetapkan dalam XML. Tag-tag
itu kita buat sendiri sesuai keinginan kita. Sampai di sini XML tidak melakukan
apapun. Yang ada hanyalah informasi yang di kemas dengan tag-tag XML. Kita
harus membuat software lagi untuk untuk mengirim, menerima atau menampilkan
informasi di dalamnya.
Apakah XML Itu ?
XML kependekan dari eXtensible Markup Language,
dikembangkan mulai tahun 1996 dan mendapatkan pengakuan dari W3C pada bulan
Februari 1998. Teknologi yang digunakan pada XML sebenarnya bukan teknologi
baru, tapi merupakan turunan dari SGML yang telah dikembangkan pada awal 80-an
dan telah banyak digunakan pada dokumentasi teknis proyek-proyek berskala
besar. Ketika HTML dikembangkan pada tahun 1990, para penggagas XML mengadopsi
bagian paling penting pada SGML dan dengan berpedoman pada pengembangan HTML menghasilkan
markup language yang tidak kalah hebatnya dengan SGML.
Seperti halnya HTML, XML juga menggunakan elemen
yang ditandai dengan tag pembuka (diawali dengan ‘<’ dan diakhiri dengan
‘>’), tag penutup(diawali dengan ‘</ ‘diakhiri ‘>’) dan atribut
elemen(parameter yang dinyatakan dalam tag pembuka misal <form
name=”isidata”>). Hanya bedanya, HTML medefinisikan dari awal tag dan
atribut yang dipakai didalamnya, sedangkan pada XML kita bisa menggunakan tag
dan atribut sesuai kehendak kita.
Langganan:
Komentar (Atom)